Sebuah pemandangan tak biasa mewarnai jagat sepak bola nasional pasca-laga pekan ke-20 Super League 2025/2026 antara Persija Jakarta melawan Arema FC. Kemenangan Arema FC atas Macan Kemayoran di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Minggu, 8 Februari 2026, justru memicu respons mengejutkan dari suporter dua rival abadi Arema, yakni Bobotoh Persib Bandung dan Bonek Persebaya Surabaya.
Alih-alih melancarkan provokasi, para pendukung Persib dan Persebaya justru menunjukkan solidaritas yang mencengangkan. Mereka “menggeruduk” Arema FC dengan respons yang kompak, mengindikasikan adanya pergeseran dinamika hubungan antar-suporter di tengah ketatnya persaingan liga.
Arema FC Tundukkan Persija di Kandang Lawan
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, Arema FC berhasil menundukkan Persija Jakarta dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan Singo Edan dibukukan oleh winger anyar mereka, Gabi, pada menit ke-82 dan 90+9. Hasil positif ini membawa Arema FC melesat ke posisi kesembilan klasemen sementara Liga 1 2025/2026 dengan raihan 27 poin dari 20 pertandingan.
Solidaritas Tak Terduga dari Rival
Momen yang paling menyita perhatian adalah respons dari suporter Persib dan Persebaya. Setelah kemenangan Arema atas Persija, para pendukung dua tim yang memiliki rivalitas historis dengan Arema ini justru menunjukkan dukungan. Salah satu akun penggemar Persebaya Surabaya di Instagram, @anztiyz_27, bahkan menuliskan, “jas jos jis persebaya 3 poin arema 3 poin.” Ungkapan ini merefleksikan semangat sportivitas dan kebersamaan yang jarang terlihat di antara basis suporter yang kerap bersitegang.
Fenomena ini menjadi sorotan mengingat rivalitas panjang antara Arema FC dengan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya. Namun, di sisi lain, hubungan antara suporter Persija Jakarta, The Jakmania, dan Aremania memang dikenal sangat baik. Hal ini terbukti dalam laga di SUGBK, di mana atmosfer hangat tercipta tanpa adanya gesekan atau kericuhan, bahkan pendukung kedua tim terlihat duduk berdampingan.
Insiden di Pinggir Lapangan dan Upaya Perdamaian
Meski demikian, pertandingan tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus tanpa insiden. Keributan sempat terjadi di pinggir lapangan antara pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, dan winger Arema FC, Gabi, yang kemudian melibatkan staf pelatih dan ofisial kedua tim. Wasit Thoriq Alkatiri terpaksa menghujani beberapa nama dengan kartu kuning untuk meredakan ketegangan.
Di tengah upaya PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk melonggarkan aturan suporter tandang pada Super League 2025/2026, pertandingan-pertandingan dengan rivalitas tinggi seperti Persib-Persija dan Arema-Persebaya masih akan tetap dilarang bagi suporter tamu. Oleh karena itu, momen solidaritas yang ditunjukkan oleh Bobotoh dan Bonek terhadap Arema ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan hubungan antar-suporter di Indonesia, meskipun tantangan untuk menciptakan perdamaian yang menyeluruh masih besar.






Leave a Comment