Bulan Februari 2026 menjadi periode krusial bagi Persib Bandung. Tim berjuluk Maung Bandung ini dihadapkan pada jadwal padat yang menuntut fokus ganda, baik di kompetisi domestik Super League maupun di kancah Asia, AFC Champions League Two (ACL 2). Tantangan terbesar datang dari babak 16 besar ACL 2, di mana Persib akan meladeni wakil Thailand, Ratchaburi FC, dalam dua leg yang menentukan.
Kiprah Persib di Asia dimulai dengan status juara grup di fase sebelumnya, mengamankan tiket ke babak gugur ACL 2 2025/2026. Hasil undian yang digelar pada 30 Desember 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, mempertemukan Persib dengan Ratchaburi FC. Legenda Persib, Atep, bahkan turut memimpin proses undian tersebut, menambah nuansa spesial bagi Bobotoh.
Duel Krusial di Kancah Asia: Persib vs Ratchaburi FC
Pertarungan sengit antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC akan dimulai pada Rabu, 11 Februari 2026. Leg pertama babak 16 besar ACL 2 ini akan dimainkan di markas Ratchaburi FC, Stadion Ratchaburi, Thailand, dengan sepak mula pukul 19.15 WIB. Ini akan menjadi pertemuan perdana kedua tim di ajang kompetisi resmi AFC.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, telah menyatakan kewaspadaannya terhadap kekuatan tim berjuluk The Dragons tersebut. Menurut Hodak, Ratchaburi FC adalah tim berkualitas yang dikenal dengan gaya permainan solid, mengandalkan penguasaan bola, dan sirkulasi bola cepat, khas tim-tim Thailand. “Ratchaburi adalah tim yang berkualitas. Kami sudah pernah bertemu mereka sebelumnya dan seperti kebanyakan tim Thailand, mereka sangat nyaman saat menguasai bola,” ungkap Bojan Hodak.
Hodak juga menyoroti kualitas pemain asing Ratchaburi yang dinilai di atas rata-rata. Namun, pelatih asal Kroasia itu optimistis timnya bisa menemukan celah jika bermain disiplin dan fokus. “Mereka memang memiliki pemain asing yang bagus. Tapi tentu saja selalu ada ruang yang bisa kami eksploitasi. Itu yang sedang kami persiapkan,” tambahnya.
Untuk menghadapi laga tandang yang penting ini, Persib membawa sejumlah rekrutan anyar yang diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal. Nama-nama seperti Layvin Kurzawa, Dion Markx, dan Sergio Castel masuk dalam daftar skuad yang disiapkan. Kurzawa, dengan segudang pengalaman di sepak bola Eropa, diharapkan menjadi kekuatan baru di lini pertahanan. Sementara itu, Sergio Castel, striker asal Spanyol yang didatangkan dari Appollon Limassol FC, diharapkan menambah daya gedor Maung Bandung.
Sayangnya, Persib harus tampil tanpa beberapa pilar utama yang mengalami cedera, termasuk Julio Cesar, kapten tim Marc Klok, dan Beckham Putra. Kondisi mereka terus dipantau intensif oleh tim medis dan pelatih. Di posisi penjaga gawang, Bojan Hodak melakukan rotasi, dengan Adam Przybek diproyeksikan sebagai kiper utama di ACL 2, sementara Teja Paku Alam akan lebih difokuskan untuk Super League. Bahkan, I Made Wirawan kembali didaftarkan sebagai kiper cadangan untuk kompetisi domestik.
Leg Kedua Penentu di Kandang Sendiri
Setelah melakoni laga tandang yang menantang, Persib akan menjamu Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar ACL 2. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, pada Rabu, 18 Februari 2026, juga dengan waktu kick-off pukul 19.15 WIB. Bojan Hodak menegaskan bahwa hasil di leg pertama tidak akan menjadi penentu segalanya. “Saya rasa tidak ada yang akan diputuskan di pertandingan pertama ini. Semuanya akan ditentukan di Bandung pada pertandingan kedua nanti,” ujar Hodak.
Dukungan penuh dari Bobotoh di GBLA diharapkan menjadi suntikan moral yang besar bagi para pemain untuk mengamankan tiket ke babak perempat final. Kemenangan di leg pertama akan menjadi modal berharga, namun performa konsisten di kandang sendiri akan menjadi kunci utama. Persib memiliki rekor tak terkalahkan dalam lima laga terakhirnya, dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang, menunjukkan performa positif jelang laga-laga krusial ini.
Penyesuaian Jadwal Super League Demi Fokus Asia
Kepadatan jadwal di kancah Asia berdampak langsung pada agenda Persib di kompetisi domestik. ILeague, operator Super League, secara resmi melakukan penyesuaian jadwal pertandingan Persib Bandung pada Februari 2026. Salah satu perubahan signifikan adalah penundaan laga kontra Borneo FC, yang semula dijadwalkan pada 16 Februari 2026, kini digeser ke 15 Maret 2026.
Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan para pemain memiliki waktu pemulihan yang ideal, mengingat jadwal awal hanya menyisakan jeda dua hari antar pertandingan. Direktur Utama ILeague, Ferry Paulus, menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan untuk menjaga keseimbangan antara integritas kompetisi domestik dan prestasi klub di kancah internasional. Keberhasilan klub Indonesia di kompetisi Asia, menurutnya, akan berdampak langsung pada peringkat Indonesia di level AFC pada musim-musim berikutnya.
Selain laga yang ditunda, Persib juga memiliki beberapa agenda Super League lainnya di bulan Februari, seperti pertandingan pada 22 Februari dan 26 Februari 2026. Saat ini, Persib Bandung menduduki puncak klasemen Super League, menunjukkan konsistensi performa mereka di liga domestik. Kemenangan 2-0 atas Malut United di Super League baru-baru ini juga menjadi modal positif bagi Maung Bandung.
Ambisi “Bandung Taklukkan Asia” di ACL 2
AFC Champions League Two (ACL 2) merupakan kompetisi antarklub kasta kedua di Asia yang diikuti oleh 32 tim. Pemenang turnamen ini akan mendapatkan slot play-off untuk AFC Champions League Elite (ACLE) musim berikutnya, jika belum lolos melalui jalur domestik. Ini menjadi motivasi tambahan bagi Persib untuk berprestasi di kancah kontinental.
Dengan semangat “Bandung Taklukkan Asia”, Persib Bandung bertekad untuk memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Perpaduan pemain berpengalaman dan rekrutan baru, ditambah strategi matang dari Bojan Hodak, diharapkan mampu membawa Maung Bandung melangkah jauh di ACL 2 dan tetap menjaga performa di Super League. Februari 2026 akan menjadi saksi bisu perjuangan Persib dalam mewujudkan ambisi ganda mereka.






Leave a Comment