Kiprah tim-tim Jawa Timur di kancah Super League 2025/2026 menunjukkan dinamika yang menarik hingga pekan ke-20. Persebaya Surabaya menjadi sorotan utama dengan performa impresif yang membawa mereka menembus lima besar klasemen. Di sisi lain, Arema FC mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, Persik Kediri terus merangkak naik, sementara Madura United masih berjuang keras di papan bawah.
Persebaya Surabaya: Bajul Ijo Menggila di Papan Atas
Persebaya Surabaya tampil perkasa di Super League 2025/2026, menduduki posisi kelima klasemen dengan koleksi 35 poin dari 20 pertandingan. Tim berjuluk Bajul Ijo ini mencatatkan sembilan kemenangan, delapan hasil imbang, dan hanya menelan tiga kekalahan. Performa mereka belakangan sangat menanjak, terbukti dengan rekor tak terkalahkan dalam 13 pertandingan beruntun.
Kemenangan tandang 3-1 atas Bali United pada pekan ke-20, 7 Februari 2026, menjadi bukti ketangguhan Persebaya. Gol-gol dari Mihailo Perovic, Alfan Suaib, dan Risto Mitrevski memastikan tiga poin penting yang mengatrol posisi mereka ke zona lima besar. Pelatih kepala Persebaya, Bernardo Tavares, yang resmi diperkenalkan pada 22 Desember 2025, setelah kepergian Eduardo Perez, tampaknya berhasil membawa angin segar. Tavares, yang sebelumnya sukses membawa PSM Makassar meraih gelar Liga 1 2022-2023, menyatakan apresiasinya atas profesionalisme manajemen Persebaya. “Terima kasih atas profesionalisme manajemen Persebaya. Terima kasih atas kesabaran dan respek terhadap kondisi situasiku,” ujar pelatih berlisensi UEFA Pro itu. Sebelumnya, di bawah arahan Eduardo Perez, tim juga menunjukkan progres positif dalam adaptasi.
Arema FC: Singo Edan Berusaha Bangkit dari Inkonsistensi
Arema FC masih berjuang menemukan konsistensi di Super League 2025/2026. Hingga pekan ke-20, Singo Edan berada di posisi kesembilan dengan 27 poin dari tujuh kemenangan, enam hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Perjalanan mereka di putaran pertama disebut seperti ‘roller coaster’, dengan performa yang sempat ganas di awal namun kemudian inkonsisten. Capaian ini menurun drastis dibandingkan putaran pertama Liga 1 2024/2025, di mana mereka sempat menempati urutan keempat.
Namun, secercah harapan muncul setelah Arema FC berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persijap Jepara pada 2 Februari 2026, berkat gol debut bek anyar Hansamu Yama Pranata. Kemenangan ini membawa senyum bagi tim setelah serangkaian hasil kurang memuaskan. Pelatih Arema FC, Marcos Santos, sebelumnya sempat mengungkapkan kebanggaan atas perjuangan anak asuhnya meski harus menelan kekalahan 1-2 dari Persib Bandung pada September 2025, namun ia juga kecewa karena timnya kembali kebobolan dari situasi bola mati. Asisten pelatih Andre Caldas Costa juga menekankan fokus tim pada peningkatan kondisi fisik pemain selama jeda liga. Arema FC memiliki catatan kurang baik saat bertemu Persik Kediri, di mana mereka belum pernah menang sejak September 2022.
Persik Kediri: Macan Putih Merangkak Naik dengan Skuad Solid
Persik Kediri menunjukkan grafik peningkatan, meskipun masih berada di papan tengah klasemen Super League 2025/2026. Macan Putih menempati posisi ke-11 dengan 25 poin dari 20 pertandingan, hasil dari tujuh kemenangan, empat imbang, dan sembilan kekalahan. Mereka berhasil meraih kemenangan penting 2-1 atas Dewa United pada pekan ke-20, 7 Februari 2026. Sebelumnya, Persik juga sukses menundukkan Bali United dengan skor 3-2 pada 30 Januari 2026.
Pergantian pelatih dari Ong Kim Swee ke Marcos Reina Torres asal Spanyol pada Desember 2025 diharapkan dapat mengangkat performa tim. Pemilik Persik Kediri, Arthur Irawan, sebelumnya menyatakan bahwa kedalaman tim sangat kompetitif dengan 30 pemain yang disiapkan untuk musim ini, termasuk tujuh pemain asing. Di putaran kedua, Persik bahkan mendatangkan dua gelandang kreatif, termasuk Adrián Nicolás Luna Retamar, untuk memperkuat lini tengah. Pelatih Ong Kim Swee saat penunjukannya pada Juni 2025, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan dan kepercayaan manajemen. “Saya benar-benar berterima kasih kepada @arthurirawan dan jajaran manajemen atas sambutannya ke klub luar biasa ini, dan atas kepercayaan mereka terhadap kemampuan saya,” ujarnya.
Madura United: Laskar Sape Kerrab Masih Tertekan di Zona Bawah
Madura United menghadapi tantangan berat di Super League 2025/2026. Laskar Sape Kerrab berada di posisi ke-14 klasemen dengan 18 poin dari 20 pertandingan, dengan empat kemenangan, enam hasil imbang, dan sepuluh kekalahan. Mereka baru saja menelan kekalahan 0-1 dari Persijap Jepara pada pekan ke-20, 7 Februari 2026. Sebelumnya, mereka juga kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya pada 3 Januari 2026.
Pelatih Madura United, Carlos Eduardo Parreira, sempat merasakan kemenangan besar 5-1 atas Semen Padang pada 28 Desember 2025. Namun, ia juga mengeluhkan keputusan wasit dan kartu merah yang merugikan timnya saat kalah telak dari PSIM Yogyakarta pada Januari 2026. “Sangat sulit bicara tentang laga seperti ini, karena banyak keputusan yang salah, dan kami benar-benar terkejut dengan beberapa keputusan yang sangat merugikan,” sesal Carlos Parreira. Madura United sendiri telah memastikan bertahan di Liga 1 untuk musim 2025-2026 sejak Mei 2025 dan bertekad untuk kembali ganas di musim ini. Sebelumnya, Alfredo Vera sempat ditunjuk sebagai pelatih pada Juni 2025, sebelum kemudian digantikan oleh Carlos Parreira.






Leave a Comment