SOLO – Persis Solo secara resmi mengumumkan kedatangan amunisi baru di lini serang mereka, Dejan Tumbas. Pemain serba bisa asal Serbia berusia 26 tahun ini direkrut pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 dengan misi krusial: mengangkat Laskar Sambernyawa dari jurang degradasi.
Kedatangan Tumbas menjadi sorotan mengingat Persis Solo saat ini terdampar di posisi buncit klasemen sementara, yakni peringkat ke-18. Tim asuhan pelatih Milomir Seslija ini baru mengoleksi 11 poin dari 20 pertandingan, dengan selisih gol minus 20, menempatkan mereka dalam zona merah yang mencekam.
Dejan Tumbas: Harapan Baru di Tengah Keterpurukan
Sebelum berlabuh ke Kota Bengawan, Dejan Tumbas sempat memperkuat Persebaya Surabaya. Pengalamannya merumput di kompetisi domestik diharapkan mampu memberikan dampak instan bagi performa Persis Solo.
Dalam pernyataannya, Tumbas mengungkapkan rasa senang dan bangganya bisa bergabung dengan Persis Solo. Ia mengakui identitas klub yang kuat dan dukungan suporter yang penuh semangat sebagai salah satu alasannya memilih Laskar Sambernyawa. “Saya merasa sangat senang dan bangga bergabung dengan Persis. Ini adalah klub dengan identitas yang kuat, pendukung yang penuh semangat,” kata Tumbas.
Pemain yang juga bisa beroperasi sebagai bek sayap ini melihat kepindahannya sebagai langkah tepat dalam karier profesionalnya. “Sejak saat pertama, saya merasa ini adalah langkah yang tepat untuk saya, dan saya bersemangat untuk memulai babak baru ini di sini,” tambahnya.
Agresivitas Transfer Persis Solo
Dejan Tumbas merupakan pemain asing kesepuluh yang didatangkan Persis Solo pada jendela transfer paruh musim ini. Langkah agresif ini menunjukkan keseriusan manajemen untuk keluar dari situasi sulit. Sebelumnya, Persis telah merekrut sejumlah nama asing lain seperti Vukasin Vranes, Dusan Mijic, Andrei Alba, Miroslav Maricic, Luka Dumancic, Roman Paparyga, Dimitri Lima, dan Jefferson Carioca.
Menariknya, salah satu rekrutan awal, Clayton Silva, yang sempat mencuri perhatian karena statusnya sebagai mantan striker timnas Brasil U-23, justru dipinjamkan ke klub lain. Hal ini membuat Persis harus kembali bergerak cepat mencari opsi baru di lini depan, dan Tumbas menjadi pilihan.
Komitmen untuk Bangkit
Tumbas menyadari betul tugas berat yang menantinya. Ia menegaskan komitmennya untuk bekerja keras demi membantu tim mencapai hasil terbaik. “Tujuan saya adalah membantu tim mencapai hasil terbaik. Saya ingin berkontribusi dengan pengalaman saya, bekerja keras setiap hari, dan memberikan yang terbaik di lapangan,” tegas Tumbas.
Ia juga berharap rekan-rekan setimnya tetap percaya diri dalam menghadapi momentum negatif ini dan mengajak suporter untuk terus memberikan dukungan penuh. “Bersama-sama, dengan persatuan dan disiplin, saya percaya kita dapat mencapai hal-hal baik musim ini. Untuk suporter, saya berjanji akan memberikan segalanya di lapangan dan berjuang untuk lambang ini di setiap pertandingan. Saya tidak sabar untuk bertemu kalian di stadion,” pungkasnya.
Perjuangan Persis Solo untuk keluar dari zona degradasi memang tidak mudah. Dalam pertandingan terakhir pekan ke-20 Super League, Laskar Sambernyawa hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan PSIM Yogyakarta dalam Derby Mataram. Mereka juga menelan kekalahan 0-1 dari Persib Bandung. Dengan sisa pertandingan di putaran kedua, kehadiran Dejan Tumbas diharapkan menjadi katalisator kebangkitan Persis Solo di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.






Leave a Comment