Determinasi luar biasa ditunjukkan oleh penyerang asing Persebaya Surabaya, Mihailo Perovic, saat menghadapi Bali United dalam laga pekan ke-20 Super League musim 2025/2026. Meski kepalanya mengalami cedera parah dan berdarah, Perovic tetap mampu mencetak gol krusial yang membawa timnya meraih kemenangan 3-1.
Insiden heroik ini terjadi pada Sabtu, 7 Februari 2026, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Persebaya Surabaya berhasil memutus tren negatif saat bertandang ke Pulau Dewata dengan kemenangan meyakinkan tersebut.
Momen Cedera dan Gol Penentu
Momen menegangkan terjadi ketika Mihailo Perovic terlibat benturan keras dengan pemain Bali United. Insiden tersebut menyebabkan kepalanya mengalami luka serius dan mengeluarkan darah. Namun, dengan semangat juang yang tinggi, penyerang asal Montenegro berusia 29 tahun ini tetap melanjutkan pertandingan.
Pada menit ke-26, Perovic berhasil menjebol gawang tuan rumah dengan sepakan terukur, membawa Persebaya unggul. Gol tersebut dicetak saat kepalanya masih dibalut perban. Sayangnya, kondisi fisiknya yang terus menurun akibat cedera memaksa Perovic ditarik keluar lapangan pada menit ke-40.
Perjuangan Melawan Rasa Sakit
Perovic sendiri mengungkapkan betapa beratnya perjuangan yang ia alami di lapangan. “Setelah terjangan tersebut, saya merasakan sakit yang luar biasa di kepala saya dan saya tidak bisa melanjutkan (pertandingan). Saya mencoba (tetap bermain) tetapi setiap kali saya melakukan sprint atau berlari, saya merasa kepala saya seperti meledak,” ujarnya, menggambarkan rasa sakit yang mendera.
Gol ini memiliki makna ganda bagi Perovic. Selain menjadi kontribusi penting bagi kemenangan tim, gol tersebut juga menjadi pelepas frustrasi setelah dua golnya di laga sebelumnya dianulir oleh keputusan VAR. Kali ini, gol ke gawang Bali United dinyatakan sah, sekaligus menghilangkan beban yang selama ini mengendap di dadanya.
Kontribusi dan Harapan ke Depan
Hingga pekan ke-20 Super League 2025/2026, Mihailo Perovic telah mengemas empat gol dari 18 penampilannya bersama Bajol Ijo. Catatan ini perlahan mempertegas perannya sebagai ujung tombak Persebaya. “Saya sangat puas dan senang dengan gol saya dan saya akan berjuang untuk mencetak lebih banyak gol lagi (bersama Persebaya),” tegasnya, menunjukkan komitmennya untuk terus memberikan yang terbaik bagi tim.
Kemenangan atas Bali United juga memperpanjang rekor positif Persebaya menjadi 13 pertandingan tanpa kekalahan di semua ajang, sebuah pencapaian yang meningkatkan kepercayaan diri tim. Persebaya Surabaya akan melanjutkan perjuangan mereka di Super League dengan menjamu Bhayangkara FC pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.






Leave a Comment