Persib Bandung, sang juara bertahan Liga 1, kembali menunjukkan ambisi besar mereka di musim 2025/2026. Setelah sukses menjadi pemuncak klasemen paruh musim Super League dan menorehkan rekor tak terkalahkan di kandang, Maung Bandung memfinalisasi skuadnya usai jendela transfer tengah musim. Kedatangan sejumlah amunisi baru, termasuk bintang Eropa Layvin Kurzawa, diharapkan mampu mengantar Pangeran Biru meraih gelar hattrick di kompetisi domestik sekaligus berbicara banyak di kancah Asia, AFC Champions League Two (ACL 2).
Pergerakan Transfer Strategis di Jendela Tengah Musim
Jendela transfer tengah musim 2025/2026 menjadi momentum bagi Persib Bandung untuk menyempurnakan komposisi tim. Di bawah arahan pelatih Bojan Hodak, Maung Bandung melakukan beberapa langkah strategis, baik mendatangkan pemain baru maupun melepas beberapa pilar. Total, skuad Persib kini diperkuat sekitar 30 hingga 33 pemain untuk mengarungi dua kompetisi ketat, Super League dan ACL 2.
Salah satu rekrutan paling menyita perhatian adalah Layvin Kurzawa. Bek kiri asal Prancis yang pernah memperkuat Paris Saint-Germain (PSG) ini didatangkan dengan status bebas transfer dan dikontrak hingga akhir musim 2025/2026, dengan opsi perpanjangan. Kurzawa sendiri menyatakan antusiasmenya bergabung dengan Persib. “Ini murni keputusan saya. (PERSIB) pilihan terbaik untuk saya dan karier saya,” ujar Kurzawa. “Ini petualangan baru dan saya sangat antusias untuk datang dan bermain di sini. Saya ingin membantu tim, memberikan kualitas saya dan menunjukkan ke mereka siapa saya sebenarnya.”
Selain Kurzawa, Persib juga berhasil mengamankan jasa Dion Markx, seorang bek naturalisasi Timnas U-23 Indonesia, yang diharapkan menambah kedalaman lini pertahanan. Di lini serang, Maung Bandung membuat kejutan di hari terakhir bursa transfer dengan merekrut penyerang asal Spanyol, Sergio Castel, yang sebelumnya berkiprah di Liga Spanyol dan Appollon Limassol FC. Kehadiran Castel diharapkan menjadi solusi instan untuk menambah daya gedor tim di putaran kedua.
Tak hanya mendatangkan wajah baru, Persib juga menyambut kembali Dedi Kusnandar ke lini tengah setelah masa peminjamannya di Bhayangkara Presisi Lampung FC berakhir. Kembalinya Dedi menambah opsi dan pengalaman di sektor gelandang Persib.
Pilar yang Dilepas dan Penyesuaian Skuad
Sebagai bagian dari penyesuaian skuad, beberapa pemain harus meninggalkan Persib. Hamra Hehanussa dan Rezaldi Hehanussa dipinjamkan ke Persik Kediri untuk mendapatkan lebih banyak menit bermain. Sementara itu, gelandang serang asal Brasil, William Marcilio, dilepas ke klub Chungnam Asan di Korea Selatan. Febri Hariyadi juga dipinjamkan ke Persis Solo.
Perubahan signifikan juga terjadi di posisi penjaga gawang. Kiper asing Adam Przybek tidak didaftarkan untuk kompetisi Super League, namun diproyeksikan untuk ACL 2. Sebagai gantinya, Persib secara mengejutkan mendaftarkan kembali kiper veteran berusia 44 tahun, I Made Wirawan, yang sebelumnya telah pensiun pada akhir musim 2022/2023. Keputusan ini menunjukkan upaya Persib untuk menyeimbangkan skuad dengan pengalaman dan potensi jangka panjang.
Performa Gemilang dan Tantangan di Putaran Kedua
Hingga pekan ke-20 Super League 2025/2026, Persib Bandung kokoh di puncak klasemen dengan raihan 47 poin. Maung Bandung mencatatkan rekor impresif tak terkalahkan di kandang, dengan 10 kemenangan sempurna di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan hanya kebobolan satu gol. Kemenangan 2-0 atas Malut United pada pekan ke-20 menjadi bukti solidnya performa mereka di hadapan Bobotoh.
Meski demikian, pelatih Bojan Hodak menegaskan timnya tidak boleh berpuas diri. Ia menyoroti beberapa catatan merah di putaran pertama, seperti kegagalan eksekusi penalti, konsentrasi yang buyar di menit akhir, dan tiga kekalahan yang diderita. “Saya tidak bisa komplain, karena sejauh ini kami bermain dengan baik dan berada di posisi nomor satu, baik di liga domestik dan grup ACL 2. Ini pertanda bagus, tapi masih bisa lebih baik,” tegas Hodak.
Hodak juga memprediksi putaran kedua Super League akan lebih berat, mengingat hampir semua tim peserta melakukan perombakan skuad. Ia menyebut Persija Jakarta dan Malut United sebagai pesaing terberat, serta Dewa United yang berpotensi bangkit.
Ambisi di Kancah Asia: Menuju Babak 16 Besar ACL 2
Selain dominasi di liga domestik, Persib Bandung juga menunjukkan taringnya di AFC Champions League Two 2025/2026. Setelah berhasil menjadi juara bertahan Liga 1 musim 2024/2025, Persib lolos ke babak playoff ACL 2 dan kini bersiap menghadapi fase gugur.
Laga krusial menanti Persib pada Rabu, 11 Februari 2026, saat mereka bertandang ke markas Ratchaburi FC di Thailand untuk leg pertama babak 16 besar ACL 2. Tiga pemain baru, Layvin Kurzawa, Dion Markx, dan Sergio Castel, turut diboyong dan berpotensi mencatatkan debut mereka di kompetisi Asia ini.
Bek anyar Layvin Kurzawa menyatakan kesiapan timnya untuk laga tersebut. “Target kami adalah memenangkan pertandingan ini. Kami ingin bermain dengan mentalitas yang bagus, tidak kebobolan, dan mampu mencetak gol sesuai rencana,” ujarnya. Senada, gelandang Adam Alis juga menekankan pentingnya laga ini. “Semua persiapan berjalan baik. Kami berharap mendapatkan hasil maksimal. Karena ini bukan fase grup lagi, ini 16 besar, kami harus maksimal,” tegas Adam Alis.
Namun, Persib harus menghadapi Ratchaburi tanpa beberapa pilar penting. Julio Cesar, Beckham Putra, dan Marc Klok hampir dipastikan absen karena cedera atau alasan yang belum diketahui. Meskipun demikian, Bojan Hodak yakin timnya akan tampil sengit dan menekankan bahwa hasil akhir akan ditentukan di leg kedua di Bandung.
Staf Pelatih dan Target Musim
Di balik performa impresif Persib, terdapat tim pelatih yang solid di bawah komando Bojan Hodak. Staf pelatih meliputi Igor Tolic (asisten pelatih), Miro Petric (pelatih fisik), Yaya Sunarya (pelatih fisik), Mario Jozic (pelatih kiper), dan I Made Mirawan (asisten pelatih kiper).
Dengan skuad yang lebih matang dan penambahan pemain berkualitas, Persib Bandung memasang target tinggi. Selain mempertahankan dominasi di Super League untuk meraih hattrick juara, Maung Bandung juga berambisi untuk mengukir prestasi di kancah Asia. Perjalanan masih panjang, namun dengan fondasi yang kuat dan semangat juang yang tinggi, Persib siap menghadapi setiap tantangan di sisa musim 2025/2026.






Leave a Comment