Kurniawan Dwi Yulianto Resmi Nakhodai Timnas U-17, Lirik Gelandang PSV Keturunan Bogor

admin

Era baru kepelatihan Tim Nasional Indonesia U-17 telah dimulai dengan penunjukan resmi sebagai nakhoda utama. Legenda sepak bola Indonesia ini mengemban target berat, yakni membawa Garuda Muda lolos ke . Di tengah transisi kepemimpinan ini, nama , gelandang muda U-16 berdarah Bogor, mencuat sebagai potensi amunisi baru yang patut dilirik.

Kurniawan Dwi Yulianto Resmi Pimpin Timnas U-17

Kurniawan Dwi Yulianto secara resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-17, menggantikan Nova Arianto yang kini naik kelas menangani Timnas U-20. Kepastian ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, serta PSSI. Dalam tugas barunya, Kurniawan akan didampingi oleh Dwi Prio Utomo sebagai asisten pelatih.

PSSI membebankan target tinggi kepada Kurniawan, yaitu meloloskan Timnas U-17 ke putaran final Piala Dunia U-17 2026. Selain itu, tim juga dihadapkan pada agenda penting lainnya seperti Piala Asia U-17 2026 yang akan berlangsung di Arab Saudi, serta Piala AFF U-17.

Penunjukan Kurniawan bukan tanpa alasan. PSSI menilai rekam jejak kepelatihannya yang mumpuni, termasuk pengalaman di luar negeri bersama Sabah FC dan sebagai asisten pelatih di Como 1907, Italia, menjadi modal berharga. Pengalaman internasional ini, ditambah pemahamannya yang mendalam tentang sepak bola nasional, diharapkan mampu membentuk mental, disiplin, dan gaya bermain pemain muda Indonesia.

Uji Coba Kontra China dan Evaluasi Tim

Sebelum tongkat kepelatihan sepenuhnya beralih, Timnas Indonesia U-17 sempat menjalani dua laga uji coba internasional melawan China U-17 di Tangerang pada 8 dan 11 Februari 2026. Dalam pertandingan tersebut, Garuda Muda harus mengakui keunggulan tim tamu dengan kekalahan telak 0-7 di laga pertama, dan kembali takluk 2-3 di pertandingan kedua. Nova Arianto masih mendampingi tim dalam masa transisi ini.

Pelatih sementara Timnas U-17 saat itu, Nova Arianto, menyebut bahwa laga uji coba ini menjadi pembelajaran penting dan persiapan menuju Piala Asia U-17 2026. “Secara ekspektasi, hasil pertandingan ini memang jauh dari harapan kami. Dari sisi performa, ini belum sesuai dengan yang kami inginkan,” ujar Nova, dikutip dari laman resmi Kita Garuda. Ia juga menyoroti perbedaan level dan intensitas pertandingan internasional, di mana kesalahan kecil dapat berdampak besar. Skuad Timnas U-17 yang akan dipersiapkan untuk siklus ini akan diisi oleh pemain-pemain kelahiran tahun 2009.

Justin Brouwer, Gelandang PSV Keturunan Bogor yang Potensial

Di tengah upaya Kurniawan Dwi Yulianto mencari talenta terbaik, perhatian tertuju pada Justin Brouwer, seorang gelandang muda yang bermain untuk PSV Eindhoven U-16. Brouwer menjadi perbincangan hangat karena memiliki darah keturunan Indonesia dari sang kakek yang lahir di Bogor, Jawa Barat. Pemain kelahiran Nieuwegein, Belanda, ini berposisi sebagai playmaker, sebuah peran krusial yang bisa menjadi solusi bagi lini tengah Timnas U-17.

Potensi pemain diaspora seperti Justin Brouwer ini membuka lembaran baru bagi Timnas Indonesia U-17 di bawah kepemimpinan Kurniawan. Pendekatan terhadap pemain-pemain muda berbakat yang memiliki ikatan darah dengan Indonesia diharapkan dapat memperkuat skuad Garuda Muda dalam menghadapi kompetisi internasional mendatang.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment

Google