Gojek mengambil langkah tegas dengan memblokir permanen akun penumpang yang diduga terlibat dalam tindakan asusila di dalam layanan taksi online (GoCar) di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Keputusan ini diambil setelah investigasi internal membuktikan adanya pelanggaran serius terhadap standar etika dan kenyamanan layanan.
Insiden yang terjadi pada Selasa malam, 10 Februari 2026, ini menjadi viral setelah rekaman video dari kamera dasbor (dashcam) beredar luas di media sosial. Mitra pengemudi Gojek berinisial AR, yang mengemudikan kendaraan saat kejadian, menceritakan kronologi bermula ketika ia menerima pesanan dari Jakarta Pusat menuju Jakarta Selatan.
Di tengah perjalanan, AR mengaku mulai curiga lantaran penumpang wanita terus-menerus tiduran dan meletakkan kepalanya pada bagian paha penumpang laki-laki. Untuk memastikan kecurigaannya, AR mencoba menggeser spion tengah mobilnya dan mendapati dugaan tindakan asusila sedang terjadi di kursi belakang. Merasa tidak nyaman, AR langsung menegur pasangan tersebut.
“Bang, minta maaf, emang enggak bisa ditahan bentar? Ini mobil saya, lho. Emang nggak bisa ditahan di rumah abang, gitu, ya? Jangan di mobil saya,” tegur AR dalam video yang viral tersebut. Meskipun sempat tidak digubris, pasangan tersebut akhirnya meminta maaf setelah sang sopir menaikkan nada bicaranya.
Menanggapi insiden ini, Head of Corporate Affairs ODS Gojek, Rosel Lavina, menegaskan bahwa perusahaan tidak mentolerir pelanggaran etika di dalam layanan transportasi online. “Berdasarkan investigasi tersebut terbukti penumpang melakukan pelanggaran. Akun penumpang tersebut telah kami lakukan suspend atau pemblokiran permanen,” ujar Rosel dalam keterangan resminya.
Senada, Head of Media Relations GoTo, Amanda Valani, juga menegaskan bahwa perusahaan tidak memberi ruang bagi perilaku yang melecehkan norma kesopanan. Langkah tegas ini merupakan bagian dari komitmen Gojek untuk menghadirkan ekosistem yang aman dan nyaman bagi pelanggan maupun mitra pengemudi, serta bebas dari tindak asusila dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya.
Gojek juga mengimbau kepada mitra driver untuk dapat melaporkan adanya pelanggaran melalui kanal resmi, salah satunya halaman bantuan di aplikasi Gojek Driver. Pada situasi darurat, baik mitra driver maupun pelanggan dapat menggunakan tombol darurat di aplikasi yang terhubung langsung dengan Unit Darurat/Satgas Gojek yang siap merespons 24 jam untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan.
Saat ini, pihak kepolisian juga tengah menyelidiki dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh sepasang muda-mudi tersebut. Aparat berkoordinasi dengan pengemudi AR untuk mengidentifikasi pasangan pelaku.
Leave a Comment