Dokter Richard Lee Soroti Sunscreen Populer: Wardah dan Goddesskin Jadi Perhatian Utama

admin

Dokter Richard Lee, sosok yang dikenal luas sebagai edukator dan pengulas produk kecantikan di Indonesia, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, ia membedah performa sejumlah produk tabir surya atau populer, termasuk Essential Sunscreen yang disebutnya sebagai ‘ sejuta umat’ dan produk dari merek miliknya sendiri, . Ulasan ini hadir di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan kulit dari paparan sinar UV serta pertumbuhan pesat pasar sunscreen di Tanah Air.

Pentingnya Sunscreen dan Kriteria Penilaian Dokter Richard Lee

Dalam setiap ulasannya, Dokter Richard Lee selalu menekankan fungsi krusial sunscreen yang bukan sekadar mencerahkan, melainkan melindungi kulit dari dampak buruk sinar ultraviolet (UV) yang dapat memicu penuaan dini, kerusakan kulit, hingga risiko kanker kulit. Ia menjelaskan bahwa sinar UV terdiri dari UVA (penyebab aging, kerutan, kanker) dan UVB (penyebab burning, kemerahan, kulit gelap). Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan nilai SPF (melindungi dari UVB) dan PA (melindungi dari UVA) pada produk sunscreen.

Motivasi Dokter Richard Lee dalam mengedukasi masyarakat tentang produk perawatan kulit yang aman bermula dari pengalamannya menangani pasien. Ia mengungkapkan bahwa delapan dari sepuluh pasiennya merupakan korban krim abal-abal yang berbahaya. Dalam mengulas sunscreen, ia membandingkan berbagai aspek mulai dari tekstur, kenyamanan saat diaplikasikan, hingga efektivitas perlindungannya.

Wardah Essential Sunscreen: Rekomendasi untuk Penggunaan Harian

Wardah Essential Sunscreen menjadi salah satu produk yang mendapat perhatian khusus dari Dokter Richard Lee. Produk ini populer di kalangan masyarakat Indonesia berkat citra halal, harga terjangkau, dan ketersediaannya yang mudah ditemukan.

Awalnya, Dokter Richard Lee mengulas versi SPF 30 PA+++. Ia menilai bahwa sunscreen berbentuk gel ini nyaman digunakan untuk aktivitas harian dan hanya meninggalkan sedikit whitecast, yang dianggapnya sebagai nilai plus mengingat tingkat SPF-nya. “Whitecast-nya nggak terlalu kelihatan. Tetap ada, tapi nggak mengganggu. Ini good,” jelasnya. Ia bahkan secara terang-terangan merekomendasikan produk ini, menyatakan, “Untuk produk Wardah yang menurut saya murah dan sangat terjangkau, ini good banget sih. Untuk SPF 30, sangat saya rekomendasikan.” Keunggulan lain yang disoroti adalah kandungan 0% alkohol, yang menghindari risiko kulit kering dan iritasi jangka panjang.

Perlu diketahui, Wardah telah melakukan peningkatan pada produk ini, yang kini hadir dengan SPF 35 PA+++ tanpa mengubah karakteristik utamanya. Dominasi Wardah di pasar sunscreen juga terbukti dengan menjadi produk terlaris di berbagai marketplace sepanjang tahun 2025, mengungguli merek-merek kuat lainnya.

Goddesskin New GS Sunscreen: Produk Unggulan dari Klinik Athena

Tak hanya mengulas produk lain, Dokter Richard Lee juga turut membedah sunscreen dari merek miliknya sendiri, Goddesskin. Goddesskin New GS Sunscreen merupakan hybrid sunscreen dengan perlindungan SPF 50 PA++++.

Produk ini diformulasikan dengan beragam kandungan aktif seperti probiotik, hydrolyzed collagen, 4x hyaluronic acid, 4x peptide, dan Vitamin E yang kaya antioksidan. Kombinasi bahan-bahan ini diklaim mampu melindungi kulit dari penuaan dini akibat paparan UVA dan UVB, melembapkan, mengurangi garis halus, meningkatkan elastisitas kulit, serta memperbaiki skin barrier. Dengan harga sekitar Rp229.000 (per Mei 2025), Goddesskin New GS Sunscreen mendapatkan rating 4.9/5 di Shopee, dengan ulasan positif dari pembeli yang menyebutkan produk ini tidak ‘ngedempul’ dan memberikan efek glowing.

Perbandingan dengan Sunscreen Lain dan Tren Pasar

Selain Wardah dan Goddesskin, Dokter Richard Lee juga mengulas beberapa sunscreen lain:

  • Emina Sun Battle SPF 30 PA+++: Dinilai sangat baik untuk penggunaan sehari-hari karena teksturnya ringan, cair, mudah menyerap, dan tidak meninggalkan whitecast.
  • Biore UV Aqua Rich SPF 50 PA++++: Memberikan perlindungan maksimal, namun teksturnya sedikit lebih berat, lengket, dan meninggalkan jejak pada garis halus kulit. Disarankan untuk aktivitas outdoor berat seperti ke pantai.
  • Banana Boat SPF 50: Dikenal sangat kuat dalam melindungi kulit, meskipun menimbulkan whitecast yang nyata. Dokter Richard Lee menyebut whitecast ini justru bagus untuk perlindungan maksimal saat berjemur di pantai agar kulit tidak mudah gosong.
  • YOU Triple UV Elixir SPF 50: Memiliki tekstur yang terasa berat saat dioleskan, namun diapresiasi karena kemampuan perlindungannya yang baik.

Secara umum, Dokter Richard Lee menyarankan SPF 30 untuk penggunaan sehari-hari dan SPF 50 untuk aktivitas luar ruangan yang intens. Ia juga mengingatkan bahwa semakin tinggi SPF, produk cenderung terasa lebih berat dan berminyak, yang berpotensi menyumbat pori-pori.

Pasar sunscreen di Indonesia sendiri menunjukkan pertumbuhan signifikan, diperkirakan mencapai Rp4,12 triliun pada tahun 2027 dengan CAGR 9,1% per tahun. Konsumen kini mencari formulasi yang ringan, multifungsi, cocok untuk kulit tropis, dan tidak membuat kusam. Tren produk yang diminati meliputi hybrid sunscreen, sunscreen dengan kandungan skincare aktif, mineral sunscreen untuk kulit sensitif, serta format gel, water-based, stik, semprot, dan tinted sunscreen.

Tantangan dan Edukasi di Balik Ulasan Produk

Perjalanan Dokter Richard Lee sebagai edukator tidak selalu mulus. Ia pernah menghadapi tuduhan dan laporan terkait produk kliniknya yang disebut berbahaya dan disita BPOM, namun ia membantah hal tersebut sebagai hoaks yang disebarkan oleh ‘mafia’ yang ingin menjatuhkan kredibilitasnya. Ia juga sempat mengakui ‘kekhilafan’ dalam mengklaim produk DNA Salmon sebagai racikannya sendiri, yang ternyata merupakan produk repackage dari merek Korea dan kemudian ditarik oleh BPOM.

Meskipun demikian, Dokter Richard Lee terus berkomitmen untuk memberikan edukasi yang objektif, bahkan terhadap produknya sendiri. Ia juga sempat menyinggung tentang konten kreator lain yang menunjukkan hasil lab dalam ulasan skincare, namun mengingatkan bahwa validitas lab tersebut belum tentu terverifikasi. Komitmennya ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran konsumen Indonesia yang kini jauh lebih cerdas dalam memilih skincare dibandingkan beberapa tahun lalu.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment

Google