Kylian Mbappé Raih Sepatu Emas Eropa 2025, Dominasi Messi Tetap Tak Tergoyahkan

admin

Penghargaan , trofi individu paling bergengsi bagi pencetak gol terbanyak di liga-liga top Eropa, kembali menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai pemenang untuk musim 2024-2025. Bintang Real Madrid itu mengukuhkan dirinya sebagai penyerang paling produktif di benua biru, sekaligus menandai era baru setelah dominasi panjang dan .

Mbappé berhasil mengoleksi 31 gol di La Liga pada musim debutnya bersama Real Madrid, mengumpulkan 62 poin dalam sistem peringkat UEFA. Kemenangan ini menjadikannya pemain Real Madrid pertama yang meraih Sepatu Emas Eropa sejak Cristiano Ronaldo.

Sejarah dan Sistem Poin Sepatu Emas Eropa

Sepatu Emas Eropa pertama kali diperkenalkan pada tahun 1968 oleh majalah sepak bola Prancis, L’Équipe. Setelah sempat dihentikan antara tahun 1991 hingga 1996, penghargaan ini kembali diberikan oleh European Sports Media (ESM) sejak musim 1996-1997 dengan sistem poin berbobot.

Sistem poin ini dirancang untuk memberikan nilai lebih pada gol yang dicetak di liga-liga yang dianggap lebih kompetitif. Gol di lima liga teratas Eropa—yakni Premier League Inggris, La Liga Spanyol, Bundesliga Jerman, Serie A Italia, dan Ligue 1 Prancis—diberi bobot 2 poin per gol. Sementara itu, gol di liga peringkat 6 hingga 22 mendapatkan 1,5 poin per gol, dan liga-liga lainnya 1 poin per gol. Aturan ini memastikan bahwa pencetak gol di liga-liga papan atas memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan penghargaan, meskipun jumlah gol mentah mereka mungkin lebih rendah dari pemain di liga yang kurang kuat.

Dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo

Dalam sejarah penghargaan ini, Lionel Messi dari Argentina memegang rekor sebagai peraih Sepatu Emas Eropa terbanyak dengan enam trofi. Semua kemenangannya diraih saat membela Barcelona, dengan pencapaian puncaknya pada musim 2011-2012 ketika ia mencetak rekor 50 gol di liga, menghasilkan 100 poin. Messi juga menjadi satu-satunya pemain yang memenangkan penghargaan ini lima dan enam kali, serta tiga musim berturut-turut (2016-2017, 2017-2018, dan 2018-2019).

Di posisi kedua, ada rival abadi Messi, Cristiano Ronaldo, yang telah memenangkan Sepatu Emas Eropa sebanyak empat kali. Ia meraihnya pada musim 2007-2008 bersama Manchester United dan tiga kali bersama Real Madrid (2010-2011, 2013-2014, 2014-2015). Ronaldo juga menjadi satu-satunya pemain yang memenangkan penghargaan ini di dua liga berbeda, yakni Premier League dan La Liga.

Pemenang Terbaru dan Persaingan Musim Ini

Selain Messi dan Ronaldo, beberapa nama besar lain juga pernah merasakan manisnya meraih Sepatu Emas Eropa. Robert Lewandowski memenangkannya dua kali berturut-turut pada musim 2020-2021 dan 2021-2022. Kemudian, Erling Haaland menjadi pemenang pada musim 2022-2023 dengan 36 gol bersama Manchester City. Musim 2023-2024, giliran Harry Kane yang berjaya setelah mencetak 36 gol di Bundesliga untuk Bayern Munich.

Kylian Mbappé, dengan kemenangannya di musim 2024-2025, kini bergabung dalam daftar elite peraih penghargaan ini. Saat menerima penghargaan, Mbappé mengungkapkan momen tersebut sebagai “mimpi yang menjadi kenyataan”, mendedikasikannya untuk para penggemar dan rekan satu tim.

Memasuki musim 2025-2026, persaingan untuk Sepatu Emas Eropa kembali memanas. Hingga Februari 2026, nama-nama seperti Harry Kane (Bayern Munich) dan Kylian Mbappé (Real Madrid) kembali memimpin perburuan dengan masing-masing 22 gol, diikuti ketat oleh Erling Haaland (Manchester City) dengan 20 gol. Konsistensi dan kemampuan mencetak gol di bawah tekanan akan menjadi kunci bagi para kandidat untuk mengangkat trofi prestisius ini di akhir musim.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment

Google