Data Ekonomi AS Guncang Pasar Kripto: Inflasi Mereda, Ketenagakerjaan Menguat

admin

Pasar aset kripto global kembali dihadapkan pada gejolak signifikan menyusul rilis serangkaian indikator ekonomi penting dari Amerika Serikat (AS) pada akhir 2025 dan awal 2026. Data inflasi yang menunjukkan perlambatan, diiringi dengan laporan ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan, menciptakan dinamika kompleks yang memengaruhi sentimen investor dan arah kebijakan moneter (The Fed).

Inflasi Melambat, The Fed Tetap Hati-hati

Indeks Harga Konsumen (CPI) AS tercatat naik 2,7 persen untuk periode 12 bulan yang berakhir Desember 2025, angka yang sama dengan bulan sebelumnya. Sementara itu, inflasi inti (di luar makanan dan energi) juga menunjukkan kenaikan 2,6 persen dalam periode yang sama. Secara bulanan, CPI naik tipis 0,3 persen pada Desember 2025, dengan kenaikan indeks tempat tinggal menjadi faktor pendorong terbesar.

Angka inflasi inti tahunan yang stabil di 2,6 persen pada Desember 2025 merupakan level terendah sejak 2021, bahkan di bawah ekspektasi pasar yang memprediksi kenaikan ke 2,7 persen. Meskipun demikian, para analis memperkirakan CPI Januari 2026 akan tetap stabil di 0,3 persen secara bulanan dan 2,7 persen secara tahunan. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memicu kekhawatiran inflasi, yang biasanya direspons The Fed dengan menaikkan suku bunga, berdampak negatif pada aset berisiko seperti .

Menyikapi kondisi ini, The Fed telah memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) ke level 3,50-3,75 persen pada Desember 2025, menjadi pemangkasan ketiga sepanjang tahun tersebut. Namun, pada pertemuan Januari 2026, The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga di kisaran tersebut, menandai jeda pertama sejak Juli 2025. Mayoritas pasar memprediksi The Fed tidak akan memangkas suku bunga pada pertemuan Maret 2026, dengan probabilitas suku bunga tetap di angka 83 persen. Para pembuat kebijakan The Fed bahkan hanya memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin sepanjang tahun 2026.

Pasar Tenaga Kerja Kuat, Bitcoin Bergejolak

Di sisi lain, laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS terbaru untuk Januari 2026 menunjukkan peningkatan tak terduga di pasar tenaga kerja. NFP naik 130.000, melampaui ekspektasi pasar sekitar 70.000, dan lebih tinggi dari revisi Desember sebesar 48.000. Tingkat pengangguran juga sedikit menurun menjadi 4,3 persen dari 4,4 persen. Selain itu, pendapatan per jam rata-rata meningkat 0,4 persen secara bulanan pada Januari 2026, melampaui perkiraan 0,3 persen, dengan laju tahunan stabil di 3,7 persen.

Data ketenagakerjaan yang kuat ini mengurangi urgensi bagi The Fed untuk melakukan pemotongan suku bunga dalam waktu dekat, sekaligus memberikan dukungan kepada dolar AS. Respons pasar kripto pun terlihat jelas; harga Bitcoin sempat tergelincir ke level USD 65.756 setelah rilis data NFP yang lebih kuat dari harapan, mengakhiri fase konsolidasi di kisaran USD 68.000-USD 72.000. Namun, di tengah kepanikan investor ritel, institusi dan pemegang dana besar (whales) justru terlihat memanfaatkan momen untuk mengakumulasi aset di harga rendah.

Dampak pada Aset Berisiko dan Peran GDP

Produk Domestik Bruto (PDB) AS, sebagai cerminan total nilai barang dan jasa yang diproduksi, tumbuh 4,40 persen pada kuartal ketiga 2025. Meskipun PDB diperkirakan melambat menjadi 1,80 persen pada akhir kuartal keempat 2025, pertumbuhan positif secara umum menunjukkan ekonomi yang sehat, yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap suku bunga dan risiko aset.

Secara keseluruhan, pasar kripto sangat sensitif terhadap indikator ekonomi AS. Data pekerjaan yang kuat dapat menunda pemangkasan suku bunga, yang cenderung negatif bagi aset berisiko. Sebaliknya, data ekonomi yang lebih lemah seringkali diinterpretasikan sebagai sinyal positif bagi kripto, karena meningkatkan harapan pelonggaran moneter The Fed. Fenomena ini dikenal sebagai “berita buruk adalah kabar baik” di pasar aset berisiko. Namun, gejolak pasar keuangan global, termasuk kripto, juga dapat disebabkan oleh guncangan likuiditas yang bersumber dari dinamika ekonomi AS yang lebih luas, bukan hanya sentimen terhadap aset kripto itu sendiri.

Forex Factory: Panduan Penting bagi Trader

Dalam menghadapi volatilitas ini, platform seperti Forex Factory menjadi sumber daya krusial bagi para trader. Kalender ekonomi real-time yang disediakan Forex Factory menampilkan jadwal rilis data ekonomi global, lengkap dengan data historis, perkiraan, dan tingkat dampak yang dapat memicu volatilitas pasar. Fitur ini memungkinkan trader untuk memantau peristiwa penting yang dapat memengaruhi pergerakan mata uang, termasuk rupiah, dan aset kripto. Pemahaman terhadap indikator ini menjadi kunci dalam menyusun strategi trading yang cerdas di tengah ketidakpastian pasar.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment

Google