Ilia Malinin Cetak Sejarah, Backflip Kembali Guncang Olimpiade Musim Dingin 2026 Setelah 50 Tahun

admin

Milan, Italia – Sebuah momen bersejarah tercipta di arena Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. Gerakan akrobatik , yang telah dilarang selama hampir lima dekade, kini kembali secara legal dan sukses dieksekusi oleh peseluncur Amerika Serikat, . Aksi memukau ini tidak hanya mengukir namanya dalam sejarah, tetapi juga mengguncang panggung olahraga es paling bergengsi di dunia.

Malinin, yang dijuluki “Quad God” karena kemampuannya melakukan lompatan empat putaran, berhasil mendaratkan backflip secara legal dalam program pendek tunggal putra dan kemudian dalam program bebas di ajang beregu. Ini menjadikannya peseluncur pertama yang secara sah mendaratkan gerakan tersebut dengan satu bilah sepatu di Olimpiade, sebuah pencapaian yang turut mengantarkan tim Amerika Serikat meraih medali emas.

Sejarah Panjang Larangan Backflip

Backflip pertama kali dieksekusi secara legal di Olimpiade oleh peseluncur Amerika, Terry Kubicka, pada tahun 1976. Namun, setahun kemudian, pada tahun 1977, International Skating Union (ISU) secara resmi melarang gerakan tersebut. Larangan ini diberlakukan karena dianggap terlalu berbahaya dan melanggar prinsip dasar seluncur indah yang mengharuskan pendaratan dengan satu bilah sepatu. Sonia Bianchetti, perwakilan Italia di komite teknis ISU saat itu, menjadi salah satu tokoh kunci di balik keputusan pelarangan tersebut.

Meskipun dilarang, backflip tetap menjadi simbol pemberontakan dan ekspresi artistik. Pada Olimpiade Musim Dingin Nagano 1998, peseluncur Prancis, , secara kontroversial melakukan backflip ilegal dengan pendaratan satu bilah. Aksinya ini, yang dilakukan di akhir karier kompetitifnya, menjadi momen ikonik dan “titik sentuh budaya” yang terus dikenang. Bonaly sendiri menyatakan bahwa ia “terlahir terlalu awal” untuk zamannya, di mana orang-orang belum terbiasa melihat sesuatu yang berbeda.

Pada tahun 2024, peseluncur Prancis lainnya, Adam Siao Him Fa, juga menantang aturan dengan melakukan backflip ilegal di Kejuaraan Eropa dan Kejuaraan Dunia, bahkan meraih medali meskipun mendapat pengurangan poin. Ia menyebutnya sebagai “sentuhan kecil Prancis” dan “pemberontakan positif” yang bertujuan untuk menggairahkan olahraga.

Pencabutan Larangan dan Era Baru

Perubahan signifikan terjadi pada akhir tahun 2024, ketika ISU mencabut larangan backflip dan jenis lompatan salto lainnya dari Aturan 610 dalam Konferensi ISU ke-59 di Las Vegas. Keputusan ini didorong oleh keinginan ISU untuk menyuntikkan energi baru dan memodernisasi olahraga seluncur indah. Menariknya, Fabio Bianchetti, putra dari Sonia Bianchetti yang dulu melarang backflip, kini menjabat sebagai kepala komite teknis ISU saat larangan itu dicabut, menciptakan “momen lingkaran penuh” yang ironis.

Meskipun kini legal, backflip tidak memiliki nilai poin teknis yang ditetapkan dan bukan merupakan elemen wajib. Namun, gerakan ini dapat dimasukkan sebagai bagian dari urutan koreografi dalam program bebas dan dapat berkontribusi pada skor komponen program (Program Component Score/PCS) yang mengevaluasi presentasi, komposisi, dan kualitas seluncur. Hal ini memungkinkan peseluncur untuk menggunakan backflip sebagai elemen artistik yang memukau penonton.

Dampak dan Antusiasme di Milano Cortina 2026

Kembalinya backflip di Olimpiade Musim Dingin 2026 yang berlangsung dari 6 hingga 22 Februari 2026 di berbagai lokasi di Italia Utara, dengan acara seluncur indah dipusatkan di Forum di Milano, Milan, telah disambut dengan antusiasme besar. Ilia Malinin sendiri percaya bahwa backflip dapat membantu meningkatkan popularitas olahraga ini di luar kalangan penggemar seluncur indah. Surya Bonaly juga menyatakan kegembiraannya, mengatakan bahwa “sangat menyenangkan melihat seseorang melakukan backflip di atas es Olimpiade, karena seluncur indah perlu dibawa ke tingkat yang lebih tinggi.”

Meskipun demikian, perdebatan tentang perlakuan berbeda terhadap Bonaly di masa lalu dan pujian yang diterima Malinin saat ini, terutama terkait isu ras dan estetika dalam olahraga, masih terus bergulir di media sosial. Namun, satu hal yang pasti, kembalinya backflip telah menambah dimensi baru yang mendebarkan pada seluncur indah, menjanjikan tontonan yang lebih spektakuler di panggung Olimpiade.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment

Google