GARUT – Kepolisian Resor (Polres) Garut bergerak cepat meredam keresahan masyarakat terkait beredarnya video viral yang menarasikan aksi penculikan anak sekolah di wilayah perkotaan Garut. Setelah serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan intensif, pihak kepolisian memastikan bahwa informasi dalam video tersebut adalah hoaks atau berita bohong. Tidak ada aksi penculikan sebagaimana yang dikhawatirkan warga dalam beberapa hari terakhir.
Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, memberikan klarifikasi langsung pada Rabu (11/2/2026) dan Kamis (12/2/2026) setelah tim penyidik melakukan pendalaman terhadap pengakuan dua orang anak sekolah dasar (SD) yang sebelumnya mengaku sebagai korban. Hasil pemeriksaan mengungkap fakta mengejutkan; skenario penculikan tersebut hanyalah karangan kedua anak tersebut karena merasa takut setelah memutuskan untuk bolos sekolah.
Kronologi Terungkapnya Kebohongan
Peristiwa ini bermula pada Selasa pagi, 10 Februari 2026, saat kedua anak asal Kecamatan Cilawu tersebut berangkat menggunakan angkutan kota menuju daerah perkotaan dengan niat sengaja tidak masuk sekolah. Setelah puas jalan-jalan, termasuk sempat bermain ke area pemakaman, mereka beristirahat di kawasan Alun-Alun Garut.
Di lokasi itulah, seorang warga (ibu-ibu) menghampiri mereka karena curiga melihat anak usia sekolah berada di ruang publik pada jam pelajaran. Karena panik dan takut dimarahi atau dilaporkan ke sekolah/orang tua, kedua anak tersebut secara spontan mengarang cerita bahwa mereka diculik oleh tiga orang pria menggunakan mobil dan baru saja diturunkan dari mobil oleh orang tidak dikenal.
Pengakuan palsu tersebut rupanya direkam oleh warga menggunakan ponsel dan tersebar luas di media sosial dengan narasi yang provokatif, sehingga memicu kepanikan di kalangan orang tua siswa. Video rekaman amatir ini banyak terlihat di status WhatsApp dan Facebook warganet Garut.
Penegasan Polisi dan Imbauan Masyarakat
AKP Joko Prihatin dengan tegas menyatakan, “Kami pastikan isu penculikan itu tidak benar adanya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada aksi penculikan oleh tiga orang pria menggunakan mobil sebagaimana yang dituduhkan. Itu murni kebohongan anak yang bersangkutan karena membolos.”
Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adhi (juga disebut Ipda Adi Susilo), menambahkan bahwa kebohongan ini terungkap saat polisi hendak membawa kedua anak tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Saat akan didalami keterangannya, mereka ketakutan, menangis, dan akhirnya mengakui bahwa cerita itu tidak benar. Keduanya kemudian diantarkan pulang oleh anggota Satpol PP,” ujar Ipda Susilo.
Pihak Polres Garut kini telah memanggil orang tua kedua anak tersebut untuk diberikan pemahaman dan klarifikasi resmi. Akibat kegaduhan yang sempat terjadi, kedua orang tua bocah tersebut juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di Polres Garut.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan teliti dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial, serta tidak terburu-buru menyebarkan konten yang belum terverifikasi kebenarannya. “Kami mengimbau agar masyarakat tidak cepat menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya, karena dapat menimbulkan dampak kecemasan di tengah-tengah masyarakat,” pungkas AKP Joko Prihatin. Meski isu ini dipastikan hoaks, polisi tetap meminta orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di luar jam sekolah.
Leave a Comment