Bintang Real Madrid, Kylian Mbappé, berhasil mengukir sejarah baru dalam kariernya dengan meraih penghargaan Sepatu Emas Eropa untuk musim 2024-2025. Penyerang asal Prancis ini tampil tajam dengan koleksi 31 gol di La Liga, mengumpulkan total 62 poin dalam sistem perhitungan penghargaan tersebut. Kemenangan ini menandai kali pertama Mbappé membawa pulang trofi bergengsi tersebut.
Dalam persaingan ketat musim 2024-2025, Mbappé berhasil mengungguli para pesaingnya seperti Viktor Gyökeres dan Mohamed Salah. Keberhasilan ini juga menjadikannya pemain Real Madrid pertama yang memenangkan Sepatu Emas Eropa sejak era dominasi Cristiano Ronaldo. Sebelumnya, penghargaan ini diraih oleh Harry Kane pada musim 2023-2024 dan Erling Haaland pada musim 2022-2023.
Lionel Messi, Raja Sepatu Emas Eropa dengan Enam Gelar
Meskipun Mbappé kini telah mencatatkan namanya dalam daftar pemenang, rekor abadi masih dipegang oleh megabintang Argentina, Lionel Messi. Messi adalah pemegang rekor kemenangan Sepatu Emas Eropa terbanyak sepanjang sejarah dengan enam gelar. Semua kemenangannya diraih saat membela Barcelona. Selain itu, Messi juga memegang rekor gol terbanyak dalam satu musim, mencetak 50 gol yang menghasilkan 100 poin pada musim 2011-2012.
Di belakang Messi, ada rival abadinya, Cristiano Ronaldo, yang telah memenangkan penghargaan ini sebanyak empat kali. Ronaldo meraihnya saat membela Manchester United dan Real Madrid, bahkan mencetak 48 gol pada musim 2014-2015, yang menjadi rekor pribadinya. Robert Lewandowski juga masuk dalam jajaran elite dengan tiga kemenangan Sepatu Emas Eropa, termasuk dua kali berturut-turut pada musim 2020-2021 (41 gol) dan 2021-2022 (35 gol).
Sejarah dan Sistem Penghargaan
Penghargaan Sepatu Emas Eropa, yang awalnya dikenal sebagai Soulier d’Or (Sepatu Emas dalam bahasa Prancis), pertama kali diluncurkan pada musim 1967-1968. Awalnya, penghargaan ini diberikan oleh surat kabar L’Équipe, namun sejak musim 1996-1997, European Sports Media (ESM) mengambil alih penyelenggaraannya.
Sejak tahun 1997, sistem perhitungan poin berbobot diperkenalkan untuk memastikan keadilan, dengan mempertimbangkan kekuatan liga tempat pemain berkompetisi. Gol yang dicetak di liga-liga top Eropa memiliki bobot poin yang lebih tinggi dibandingkan liga-liga dengan peringkat lebih rendah. Sistem ini memastikan bahwa gol-gol yang dicetak di kompetisi yang lebih ketat memiliki nilai yang lebih besar dalam penentuan pemenang akhir.
Beberapa pemain lain yang juga pernah memenangkan penghargaan ini lebih dari sekali antara lain Luis Suárez dan Thierry Henry, masing-masing dengan dua gelar. Uniknya, beberapa pemain seperti Diego Forlán, Luis Suárez, Mário Jardel, dan Cristiano Ronaldo berhasil memenangkan Sepatu Emas Eropa saat membela klub yang berbeda. Ronaldo dan Suárez bahkan menjadi satu-satunya pemain yang memenangkan penghargaan ini di dua liga berbeda, yakni Premier League dan La Liga.
Menatap musim 2025-2026, Kylian Mbappé dipastikan akan menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan gelarnya. Nama-nama besar seperti Harry Kane dan Erling Haaland telah siap untuk bersaing memperebutkan status pencetak gol terbanyak di Eropa.
Leave a Comment