Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026: Indonesia Tak Saksikan ‘Cincin Api’ Langsung

admin

Fenomena (Annular Solar Eclipse) dipastikan akan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026. Peristiwa astronomi ini akan menampilkan efek visual khas berupa cincin cahaya Matahari yang mengelilingi Bulan, sering disebut sebagai ‘cincin api’. Namun, bagi masyarakat Indonesia, fenomena langka ini tidak dapat disaksikan secara langsung.

Menurut laporan astronomi, jalur utama ‘cincin api’ kali ini melintasi wilayah terpencil dan sebagian samudra di belahan selatan Bumi, termasuk Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia bagian selatan. Beberapa wilayah lain seperti ujung selatan Amerika Selatan dan Afrika Selatan juga berkesempatan melihat gerhana sebagian.

Indonesia di Luar Jalur Pengamatan

Berdasarkan perhitungan efemeris VSOP87, Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 tidak akan terlihat dari wilayah Indonesia, termasuk Surabaya, Jakarta, maupun wilayah Asia Tenggara lainnya. Hal ini disebabkan posisi Indonesia yang berada di ekuator terlalu jauh di utara dari jalur gerhana. Batas utara penumbra (bayangan samar) Bulan hanya mencapai Samudra Hindia bagian selatan, sekitar garis lintang 20° LS – 30° LS.

Meskipun demikian, bagi para penggemar astronomi di Indonesia, pengalaman menyaksikan gerhana tidak sepenuhnya hilang. Berbagai lembaga astronomi internasional, termasuk NASA dan beberapa observatorium, akan menyiarkan gerhana ini secara langsung melalui internet, memberikan kesempatan untuk ‘mengintip’ langit meski dari jauh.

Proses dan Waktu Gerhana

Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, namun posisinya sedang berada di titik terjauh dari Bumi (apogee). Akibatnya, ukuran Bulan tampak lebih kecil sehingga tidak mampu menutup seluruh piringan Matahari. Bagian tepi Matahari yang tersisa inilah yang menciptakan efek cahaya menyerupai cincin terang di langit.

Secara keseluruhan, gerhana ini akan berlangsung selama 271 menit. Pada puncak gerhana, bagi mereka yang berada di jalur pusat gerhana, Matahari akan tertutup 96 persen oleh Bulan, menampilkan ‘cincin api’ sekitar 2 menit 20 detik.

Berikut adalah waktu fase gerhana matahari cincin pada 17 Februari 2026 dalam waktu universal (UTC) dan Waktu Indonesia Barat (WIB):

  • Gerhana sebagian dimulai: 09:56 UTC (16:56 WIB)
  • Gerhana cincin dimulai: 11:42 UTC (18:42 WIB)
  • Gerhana maksimum: 12:12 UTC (19:12 WIB)
  • Gerhana cincin berakhir: 12:41 UTC (19:41 WIB)
  • Gerhana sebagian berakhir: 14:27 UTC (21:27 WIB)

Pentingnya Ilmiah dan Keselamatan Pengamatan

Fenomena gerhana matahari cincin menjadi momen penting untuk penelitian atmosfer Matahari dan pengamatan dinamika orbit Bulan. Peristiwa ini juga merupakan bagian dari rangkaian siklus gerhana yang terjadi secara periodik dan mendemonstrasikan mekanika benda langit sistem tiga benda.

Para astronom mengingatkan masyarakat untuk tidak menatap Matahari secara langsung tanpa pelindung khusus, seperti filter Matahari. Radiasi sinar Matahari tetap berbahaya bagi mata, bahkan saat gerhana terjadi.

Anjuran Salat Kusuf bagi Umat Islam

Dalam ajaran Islam, gerhana matahari dikenal sebagai gerhana kusuf. Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat gerhana matahari () sebagai bentuk refleksi dan pengingat atas kebesaran Tuhan. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT dan perenungan fenomena alam yang menakjubkan.

Salat Kusuf memiliki tata cara yang unik dibandingkan salat sunah lainnya, yakni terdapat dua kali rukuk dalam satu rakaat. Salat ini bisa dilakukan berjamaah maupun sendiri (munfarid) tanpa didahului azan atau iqamah, melainkan dengan seruan “ashshalâtu jâmi’ah”. Setelah salat, umat dianjurkan untuk memperbanyak doa, zikir, dan istigfar hingga gerhana berakhir.

Meskipun tidak dapat menyaksikan ‘cincin api’ pada 17 Februari 2026, Indonesia akan disuguhi fenomena Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026, yang dapat disaksikan di seluruh nusantara.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment

Google