Persebaya Surabaya berhasil memutus rantai hasil negatif yang membayangi mereka di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, setelah menundukkan tuan rumah Bali United dengan skor meyakinkan 3-1 pada laga pekan ke-20 Super League 2025/2026, Sabtu (7/2/2026) malam. Kemenangan ini tidak hanya mengakhiri “kutukan” yang telah berlangsung sejak 2018, tetapi juga mengukuhkan posisi Persebaya di papan atas klasemen sementara.
Tavares Soroti Mentalitas Juang Pemain
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan kepuasannya atas performa timnya. Ia secara khusus menyoroti mentalitas juang para pemain yang dinilai sangat kuat, terutama mengingat kondisi tim yang tidak ideal. “Kunci kemenangan hari ini adalah para pemain merespons situasi sulit dengan pengorbanan dan mental yang kuat,” ujar Tavares selepas pertandingan.
Kemenangan ini terasa lebih istimewa karena diraih di tengah badai cedera dan absennya beberapa pilar penting. Persebaya harus kehilangan Mihailo Perovic yang mengalami cedera kepala pada babak pertama, disusul Malik Risaldi yang juga terpaksa ditarik keluar karena cedera. Selain itu, tim berjuluk Bajul Ijo ini juga tampil tanpa Bruno Moreira, Milos Raickovic, dan Toni Firmansyah akibat akumulasi kartu, serta Bruno Paraiba yang belum sepenuhnya fit.
Tavares mengakui bahwa timnya menghadapi banyak kendala, termasuk waktu pemulihan yang lebih singkat dan beberapa pemain yang sakit sebelum laga. “Sebelum pertandingan ini, kami juga memiliki beberapa masalah dengan pemain yang cedera dan pemain lain yang sakit,” tambahnya. Namun, ia memuji dedikasi pemain yang mampu beradaptasi, bahkan ada yang bermain di posisi yang bukan aslinya.
Kontribusi Pemain Muda dan Pengakuan Pelatih Terbaik
Dalam situasi sulit tersebut, Bernardo Tavares berani melakukan improvisasi taktik, termasuk memainkan Alfan Suaib, pemain muda jebolan Persebaya Future Lab, dan menggeser Risto Mitrevski ke lini tengah. Keputusan ini terbukti jitu. Mihailo Perovic membuka keunggulan pada menit ke-26, diikuti gol Alfan Suaib pada menit ke-69, dan Risto Mitrevski pada menit ke-73. Bali United hanya mampu membalas satu gol melalui Jordy Bruijn di menit ke-88.
Tavares secara khusus mengapresiasi kontribusi Alfan Suaib. “Pesan ini saya tujukan untuk para pemain akademi Persebaya, karena di sini ada Alfan Suaib yang sebelumnya mungkin hanya bermain satu menit sejauh ini, tapi hari ini dia masuk dan langsung mencetak satu gol,” ungkap Tavares, seraya mendorong pemain muda lainnya untuk terus berjuang.
Berkat performa impresif ini, Bernardo Tavares dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Pekan ke-20 Super League 2025/2026, mengakhiri dominasi Bojan Hodak. Selain itu, dua pemain Persebaya, Francisco Rivera dan Mihailo Perovic, juga masuk dalam Starting XI Terbaik pekan ini.
Persebaya di Papan Atas dan Tantangan Berikutnya
Kemenangan di Dipta ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Persebaya di bawah asuhan Tavares menjadi empat laga (tiga kemenangan dan satu hasil imbang) sejak ia ditunjuk pada 22 Desember 2025. Hasil ini mengokohkan Persebaya di posisi kelima klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 35 poin dari 20 pertandingan, hanya terpaut dua poin dari Malut United yang berada di atasnya dan semakin mendekati zona empat besar.
Persebaya kini akan menghadapi tantangan berikutnya dengan menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Sabtu (14/2/2026) malam. Namun, tim pelatih masih memantau kondisi Malik Risaldi dan Mihailo Perovic yang cedera, serta beberapa pemain lain yang belum optimal. “Kami belum tahu berapa banyak pemain yang bisa kami gunakan. Kami berharap mereka bisa pulih,” kata Tavares.






Leave a Comment