Hansamu Yama: Jejak Profesionalisme Bek Timnas, Dari Persebaya Hingga Kapten Arema FC

admin

Hansamu, Yama:, Jejak

Dunia sepak bola Indonesia kembali diwarnai dinamika transfer pemain yang menarik perhatian, kali ini melibatkan bek tangguh tim nasional, Hansamu Yama Pranata. Pemain kelahiran Mojokerto ini secara resmi bergabung dengan Arema FC pada 31 Januari 2026, dengan status pinjaman dari Persija Jakarta hingga akhir musim Super League 2025/2026. Langkah ini menjadi sorotan, bukan hanya karena perpindahan klub, melainkan juga karena jejak karier Hansamu yang pernah membela Persebaya Surabaya, rival abadi Arema FC.

Keputusan Hansamu untuk berlabuh di klub berjuluk Singo Edan ini disebut-sebut sebagai bukti nyata profesionalisme seorang pesepak bola. Meski memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan Persebaya, bahkan sejak kecil dikenal sebagai seorang Bonek, Hansamu memilih untuk memprioritaskan karier dan kesempatan bermain.

Mencari Menit Bermain di Tengah Ketatnya Persaingan

Peminjaman Hansamu ke Arema FC tidak lepas dari minimnya menit bermain yang ia dapatkan di Persija Jakarta. Pada musim 2025/2026, bek berusia 31 tahun ini hanya mencatatkan 30 menit bermain dalam empat pertandingan, tanpa sekalipun menjadi starter. Ia kalah bersaing dengan pilar pertahanan Macan Kemayoran lainnya seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Thales Lira yang tampil solid.

Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, mengakui bahwa keputusan meminjamkan Hansamu, bersama dengan Rio Fahmi, adalah langkah yang tidak mudah. Namun, hal ini dilakukan demi kebaikan semua pihak. “Keputusan ini tentu tidak mudah, baik bagi klub maupun bagi Rio dan Yama. Mereka adalah bagian penting dari keluarga Persija,” ujar Bambang Pamungkas. “Kami akan terus memantau perkembangan mereka dan berharap mereka bisa kembali dengan pengalaman serta kualitas yang semakin matang.”

Jejak Bonek Sejati yang Kini Membela Rival

Sebelum bergabung dengan Arema FC, Hansamu Yama pernah menjadi bagian penting Persebaya Surabaya dari tahun 2019 hingga 2021. Bahkan, jauh sebelum menjadi pemain profesional, Hansamu adalah seorang Bonek sejati. Ia memiliki kenangan masa kecil yang kuat sebagai pendukung Bajul Ijo, kerap diajak ayahnya menonton pertandingan sejak sekolah dasar, dan pernah menempuh perjalanan berisiko dari Mojokerto ke Surabaya dengan menumpang truk demi menyaksikan tim kesayangannya berlaga. “Waktu itu saya bersama-sama teman sekampung, berangkat ke Surabaya, estafetan untuk nonton Persebaya. Kalau orang sini istilahnya nggandol truk,” kenang Hansamu, dikutip dari laman resmi Persebaya.

Dampak Instan dan Ban Kapten di Laga Debut

Kepindahan Hansamu ke Arema FC langsung memberikan dampak positif. Ia mencetak gol pada laga debutnya saat menghadapi Persijap Jepara, yang sekaligus menjadi gol kemenangan bagi Singo Edan. Lebih mengejutkan lagi, Hansamu juga dipercaya mengenakan ban kapten di laga perdananya itu, setelah kapten tim Johan Ahmad Farizi ditarik keluar. Hansamu mengaku terkejut dengan penunjukan tersebut, namun menganggapnya sebagai pengalaman berharga.

Perjalanan karier Hansamu Yama, dari Barito Putera (2014-2018), Persebaya Surabaya (2019-2021), Bhayangkara FC (2021-2022), Persija Jakarta (2022-2026), hingga kini dipinjamkan ke Arema FC, menunjukkan adaptabilitas dan komitmennya terhadap profesi. Dengan kontraknya di Persija yang menyisakan beberapa bulan, masa depan Hansamu setelah masa pinjaman ini akan menjadi menarik untuk dinantikan, apakah ia akan kembali ke Macan Kemayoran atau mencari pelabuhan baru secara permanen.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment

Google