Euforia menyelimuti suporter setia Persebaya Surabaya, Bonek, terkait performa impresif tim kesayangan mereka saat berlaga di luar kandang. Sorotan utama tertuju pada jersey tandang berwarna kuning yang disebut-sebut membawa keberuntungan. Bahkan, saking ‘saktinya’ jersey tersebut, muncul celetukan unik dari Bonek yang menyebutnya sebagai ‘toping liga rasa keju’.
Komentar ‘toping liga rasa keju’ ini muncul dari kalangan netizen yang mayoritas adalah Bonek, sebagai bentuk apresiasi atas penampilan ‘gacor’ atau sangat baik Persebaya ketika mengenakan seragam kuning tersebut. Mereka bahkan berharap agar tim berjuluk Bajul Ijo ini selalu menggunakan jersey tersebut di setiap pertandingan. Fenomena ini semakin diperkuat dengan kehadiran tiga pilar asing asal Brasil, yakni Bruno Paraiba, Jefferson, dan Gustavo, yang membuat Persebaya dalam balutan jersey kuning kerap disamakan dengan skuad timnas Brasil. Ungkapan ‘perlu diselidiki’ yang juga sempat mencuat, lebih mengarah pada nada humoris, menyiratkan keheranan atas dampak positif jersey terhadap performa tim.
Dinamika Desain Jersey dan Respons Suporter Musim 2025/2026
Musim 2025/2026 memang menjadi periode yang dinamis bagi Persebaya dalam hal peluncuran jersey dan respons suporter. Pada Agustus 2025, peluncuran jersey baru untuk musim ini sempat memicu perdebatan sengit. Sebagian penggemar menyambut baik desain modern, namun tidak sedikit yang merasa jersey tersebut kurang merefleksikan identitas klasik klub yang begitu melekat di hati Bonek dan Bonita.
Seorang pengamat sepak bola, Fadhlurrahman, melalui akun media sosialnya @aruulr, bahkan melontarkan kritik pedas, menyebut desain jersey utama musim ini terkesan ‘malas’ jika dibandingkan dengan jersey pra-musim atau edisi ulang tahun yang dinilainya jauh lebih menarik. Jersey pra-musim yang digunakan saat melawan PSS Sleman, dengan kombinasi hijau dan kuning yang proporsional, serta jersey edisi ulang tahun dengan tali di bagian kerah, mendapatkan apresiasi tinggi dari Fadhlurrahman. Namun, di sisi lain, pandangan dari fans internasional justru lebih menekankan pentingnya prestasi tim di lapangan ketimbang desain jersey semata.
Respons positif kembali datang pada November 2025, ketika Persebaya memperkenalkan jersey alternatif untuk musim 2025/2026. Jersey ini berhasil menyedot perhatian karena mengusung nuansa klasik musim 1996/1997, membangkitkan memori kejayaan klub. Bonek menyambutnya dengan antusiasme tinggi, bahkan menganggapnya sebagai ‘wangsit’ atau pertanda kemenangan menjelang derbi panas melawan Arema FC.
Jersey: Lebih dari Sekadar Seragam, Simbol Identitas dan Bisnis Klub
Dalam ekosistem sepak bola modern, jersey bukan hanya sekadar seragam tanding, melainkan produk utama yang merepresentasikan identitas klub dan menjadi simbol loyalitas suporter. Persebaya, seperti klub-klub Liga 1 lainnya, memahami betul pentingnya aspek ini. Klub kebanggaan Surabaya ini secara konsisten menggunakan warna hijau sebagai warna utama dan kuning sebagai warna yang diasosiasikan dengan jersey tandang, yang juga merupakan bagian dari identitas klub.
Persebaya juga menunjukkan komitmennya terhadap kualitas dan kenyamanan dengan menggandeng apparel lokal, AZA Wear. Keputusan ini sejalan dengan tren dominasi apparel lokal di Liga 1 musim 2025/2026, di mana banyak klub memilih produsen dalam negeri untuk menciptakan desain yang unik dan khas. Jersey Player Issue Persebaya, seperti jersey tandang kuning 2025, dilengkapi dengan teknologi canggih seperti kain super ringan (135 gsm), anti-bakteri, dan cepat kering, yang dirancang untuk menunjang performa maksimal pemain di lapangan hijau.





Leave a Comment