Surabaya, 10 Februari 2026 – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) akan menjadi saksi pertarungan sengit antara Persebaya Surabaya dan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026, Sabtu, 14 Februari 2026, pukul 19.00 WIB. Laga ini diprediksi akan menyajikan adu strategi menarik antara pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, dan mantan arsitek Bajul Ijo yang kini menukangi Bhayangkara FC, Paul Munster.
Persebaya dalam Tren Positif, Incar Empat Besar
Persebaya Surabaya memasuki pertandingan ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam 13 laga terakhir di Super League. Kemenangan telak 3-1 atas Bali United pada 7 Februari 2026 menjadi modal berharga bagi Bajul Ijo untuk terus merangsek ke papan atas klasemen. Saat ini, Persebaya menduduki peringkat kelima dengan koleksi 35 poin dari 20 pertandingan, dan berambisi menembus posisi empat besar.
Bek anyar Persebaya, Gustavo Fernandes, yang baru saja melakoni debut apik melawan Bali United, menunjukkan performa solid dengan satu blok, delapan sapuan, dan empat intersep. Pemain asal Brasil ini mengaku bahagia bisa berkontribusi dalam kemenangan tim. “Merupakan kebahagiaan yang besar dapat debut dalam pertandingan hari ini, dan kebahagiaan yang lebih besar lagi dapat pulang dengan kemenangan. Saya sudah merindukan suasana ini dan berada di lapangan membantu tim,” ujar Gustavo Fernandes.
Badai Cedera dan Kembalinya Pilar Kunci
Meski dalam tren positif, Persebaya dihadapkan pada tantangan cedera. Dua penyerang utama, Malik Risaldi dan Mihailo Perovic, mengalami cedera (paha untuk Malik, kepala untuk Perovic) saat melawan Bali United, dan ketersediaan mereka untuk laga kontra Bhayangkara FC masih diragukan. Pelatih Bernardo Tavares belum bisa memastikan kapan keduanya bisa kembali merumput. “Kami tidak tahu, mari kita lihat setelah beberapa hari apakah mereka bisa pulih atau tidak,” kata Tavares.
Namun, kabar baik datang dari lini tengah dan serang. Dua pilar penting yang sebelumnya absen karena akumulasi kartu kuning, Bruno Moreira dan Milos Raickovic, dipastikan bisa kembali diturunkan. Kembalinya kedua pemain ini diharapkan dapat menambah kekuatan dan opsi bagi Tavares dalam meracik strategi. Tavares sendiri menekankan pentingnya kedalaman skuad untuk menghadapi situasi ini.
Bhayangkara FC Bangkit dengan Amunisi Baru di Bawah Paul Munster
Di sisi lawan, Bhayangkara Presisi Lampung FC yang kini dilatih Paul Munster, datang dengan motivasi tinggi untuk memperbaiki posisi di klasemen. The Guardian saat ini berada di peringkat ke-10 dengan 26 poin dari 20 pertandingan. Meskipun performa mereka masih cenderung inkonsisten, dengan kemenangan 2-1 atas Malut United namun kemudian takluk 1-2 dari Borneo FC di laga kandang terakhir, Bhayangkara FC telah melakukan perombakan besar-besaran di bursa transfer paruh musim.
Paul Munster, yang kembali menukangi Bhayangkara FC sejak 19 Juni 2025, sempat menyatakan kekecewaannya atas kekalahan dari Borneo FC. Ia menyoroti gol-gol mudah yang bersarang ke gawang timnya dan menekankan perlunya evaluasi.
Deretan Pemain Asing Baru Siap Menggebrak
Manajemen Bhayangkara FC secara agresif mendatangkan enam pemain asing baru untuk mendongkrak performa tim dan mengejar target finis di posisi lima besar. Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sumardji, menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena kualitas pemain asing di putaran pertama tidak memenuhi ekspektasi.
Para amunisi baru tersebut antara lain Moussa Sidibe (winger asal Mali), Privat Mbarga (winger), Henry Doumbia (striker asal Afrika), Alan Cardoso (defender), serta dua pemain Jepang, Sho Yamamoto (winger pinjaman dari Persis Solo) dan Ryo Matsumura (gelandang serang pinjaman dari Persija Jakarta). Ryo Matsumura bahkan menulis surat perpisahan haru kepada penggemar Persija setelah peminjamannya. Kehadiran para pemain ini diharapkan mampu memberikan dampak instan dan mengubah peta persaingan Bhayangkara FC di liga.
Dukungan Bonek Penuhi GBT
Laga ini juga akan diwarnai antusiasme tinggi dari suporter Persebaya, Bonek dan Bonita. Total penonton laga kandang Persebaya hingga pekan ke-20 telah mencapai 167.530 orang dari 10 pertandingan, dengan rata-rata 16.753 penonton per laga, menempatkan Persebaya di posisi ketiga klub dengan penonton terbanyak di Super League 2025/2026. Dukungan penuh dari tribun GBT diharapkan menjadi suntikan semangat bagi Bajul Ijo untuk mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Pertarungan antara Persebaya yang sedang on fire dan Bhayangkara FC dengan skuad barunya di bawah arahan Paul Munster dipastikan akan menjadi salah satu sajian menarik di pekan ke-21 Super League, dengan kedua tim sama-sama mengincar hasil maksimal demi ambisi masing-masing di kompetisi ini.






Leave a Comment